|

Menilik Ikhtiar UBP Karawang Pertahankan Jati Diri Bangsa di Era Globalisasi

                                                                    seminar Jati Diri Bangsa UBP Karawang di Aula Rektorat UBP Karawang pada Selasa, 23 Januari 2024.

KARAWANG – Penguatan jati diri bangsa di era homogenitas kebudayan merupakan satu dari sekian banyak persoalan negeri. Pemahaman jati diri bangsa penting dipertahankan agar akar budaya yang diwarisi para pendahulu tidak luntur.

Cerminan jati diri bangsa Indonesia sejatinya sudah tertuang di dalam falsafah Pancasila. Siapapun yang terlahir dan menghirup udara di republik Ini, wajib menjaga, melestarikan serta menjunjung tinggi Pancasila.

Dalam hal ini, jati diri bangsa harus dijaga, dan mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen pertahanan identitas nasional.

Pemahaman itu lah yang secara konsisten terus dipertahankan civitas akademika Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang.

Demikian diungkapkan Ketua Pembina Yayasan Buana Pangkal Perjuangan (YBPP) Karawang, Letnan Jenderal TNI (Purn) Kiki Syahnakri usai penyelenggaraan seminar Jati Diri Bangsa UBP Karawang di Aula Rektorat UBP Karawang pada Selasa, 23 Januari 2024.

Dia bilang, seminar kebangsaan dilakukan secara kontinyu setiap tahunnya, hal ini bertujuan agar UBP Karawang mencetak lulusan berwawasan kebangsaan dan bereputasi internasional sebagaimana visi yang dibangun.

“Kita tidak ingin mencetak lulusan yang punya kompetensi tinggi saja, tapi juga kita ingin punya karakter unggul, dia punya wawasan, nasionalisme, patriotisme membela bangsa dan negaranya,” papar Kiki.

Rektor UBP Karawang, Prof. Dr. Dedi Mulyadi, SE., MM., menambahkan, penanaman jati diri bangsa tidak hanya dilakukan lewat seminar, sebab kampusnya juga menerapkan mata kuliah pendidikan karakter yang wajib diampu oleh seluruh mahasiswa.

Mata kuliah tersebut tidak melulu berkutat di bangku kuliah, para mahasiswa dibawa ke tempat-tempat bersejarah untuk dipahami secara utuh bagaimana perjuangan pahlawan memerdekakan bangsa.

“Kita bawa mahasiswa ke tempat-tempat bersejarah, seperti ke Monumen Rawagede, rumah pengasingan Soekarno di Rengasdengklok dan berbagai tempat bersejarah lainnya, dan ini penting dilakukan untuk menumbuhkembangkan rasa cinta terhadap pahlawan tanah air, karena Indonesia dibangun oleh jiwa-jiwa yang memiliki karakter kebangsaan,” jelasnya. (*)

sumber:  tvberita.co.id

Similar Posts